Mahfud Md: Kasus Kuota Haji Bukan Kerugian Negara, KPK Akan Dalami
Hukum

Mahfud Md: Kasus Kuota Haji Bukan Kerugian Negara, KPK Akan Dalami

Sentris Media - Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news hari ini terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi pernyataan mantan Menko Polhukam sekaligus Guru Besar Hukum Tata Negara, Mahfud Md yang menyebut bahwa perkara kuota haji tidak tepat jika dinilai sebagai kerugian negara.

Hal itu disampaikannya dalam sebuah wawancara pada 8 Maret 2026. Mahfud meyakini, tidak ada uang negara yang disalahgunakan sehingga membuat negara merugi dalam kasus tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menilai, pernyataan Mahfud Md bisa saja didasarrkan pada penafsiran berbeda. Budi menjelaskan, kasus kuota haji harus didalami secara komprehensif.

Melihat sejarahnya, Indonesia mempunyai antrean yang sangat panjang untuk calon jemaah yang berangkat ke tanah suci, bahkan di beberapa daerah bisa menunggu 20 hingga 30 tahun.

Sementara itu, video ruang simulator kuda milik Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri viral di media sosial setelah diunggah di Instagram.

Dalam video itu terlihat Kasubdit Pelacakan dan Penangkalan Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Kombes Gatot Aris Purbaya menjelaskan fasilitas latihan berkuda tersebut.

Gatot mengatakan ruang simulator itu digunakan untuk melatih anggota sebelum menunggangi kuda sebenarnya. Menurut dia, anggota harus menguasai teknik dasar berkuda melalui simulator sebelum turun langsung menggunakan kuda milik Ditpolsatwa.

Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait sebanyak 22 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran telah tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa 10 Maret 2026 dengan menumpang pesawat Turkish Airlines.

Mayoritas dari WNI yang pulang tersebut merupakan pelajar, sementara sebagian lainnya adalah pekerja di Iran. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono.

Dia memprediksi, WNI yang akan pulang akan ke tanah air akan bertambah. Karena itu, pihak pemerintah Indonesia melalui kedutaan besar akan memfasilitasinya.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Selasa 10 Maret 2026:

1. Mahfud Md Sebut Tak Ada Kerugian Negara di Kasus Kuota Haji, Begini Tanggapan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi pernyataan mantan Menko Polhukam sekaligus Guru Besar Hukum Tata Negara, Mahfud Md yang menyebut bahwa perkara kuota haji tidak tepat jika dinilai sebagai kerugian negara. Hal itu disampaikannya dalam sebuah wawancara pada 8 Maret 2026.

Mahfud meyakini, tidak ada uang negara yang disalahgunakan sehingga membuat negara merugi dalam kasus tersebut.

“Kami meyakini Prof Mahfud ini kan salah satu tokoh ya yang gencar dalam upaya-upaya pemberantasan korupsi dan barangkali ini punya tafsir yang berbeda saja gitu ya. Tapi kami meyakini Prof Mahfud terus mendukung upaya pemberantasan korupsi, salah satunya dalam penanganan perkara kuota haji,” kata Budi di Jakarta, Selasa 10 Maret 2026.

Budi menjelaskan, kasus kuota haji harus didalami secara komprehensif. Melihat sejarahnya, Indonesia mempunyai antrean yang sangat panjang untuk calon jemaah yang berangkat ke tanah suci, bahkan di beberapa daerah bisa menunggu 20 hingga 30 tahun.

Selengkapnya...

2. Viral Polri Punya Simulator Kuda, Harganya Rp 1 Miliar

Perbesar

Video ruang simulator kuda milik Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri viral di media sosial setelah diunggah di Instagram.

Dalam video itu terlihat Kasubdit Pelacakan dan Penangkalan Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Kombes Gatot Aris Purbaya menjelaskan fasilitas latihan berkuda tersebut.

Gatot mengatakan ruang simulator itu digunakan untuk melatih anggota sebelum menunggangi kuda sebenarnya.

"Layarnya sangat lengkap. Jadi kalau naik ini dijamin, ini untuk pertandingan segala macam," kata Gatot dikutip dari video, Selasa 10 Maret 2026.

Menurut dia, anggota harus menguasai teknik dasar berkuda melalui simulator sebelum turun langsung menggunakan kuda milik Ditpolsatwa.

Selengkapnya...

3. 22 WNI dari Iran Tiba di Tanah Air, Menlu: Ini Gelombang Pertama

Sebanyak 22 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran telah tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa 10 Maret 2026 dengan menumpang pesawat Turkish Airlines.

Mayoritas dari WNI yang pulang tersebut merupakan pelajar, sementara sebagian lainnya adalah pekerja di Iran.

"Hari ini, gelombang pertama ini ada 22 repatriasi WNI yang tiba di Indonesia. Besok ada 10 orang lagi pada gelombang kedua yang akan tiba di Indonesia," kata Menteri Luar Negeri, Sugiono kepada awak media di bandara Soetta, Tangerang, Selasa 10 Maret 2026.

Dia memprediksi, WNI yang akan pulang akan ke tanah air akan bertambah. Karena itu, pihak pemerintah Indonesia melalui kedutaan besar akan memfasilitasinya.

Selengkapnya...

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

You can share this post!