LPS Gelar Edukasi Keuangan untuk Komunitas Kreatif di Malang
Sentris Media - Berita Lainnya
Mudahkan Transaksi Nasabah, Bank Jatim Cabang Kepanjen Serahkan Hadiah Undian Aktivasi JConnect
1 day ago
Harga Emas Antam Turun Rp25.000, Menjadi Rp2.774.000 per Gram
1 day ago
IHSG Menguat, Ini Faktor Penyebabnya
2 days ago
Rupiah Melemah Lagi, Jadi Rp17.859 per Dolar AS
2 days ago
Sambut Liburan Sekolah, Hotel di Malang Siapkan Program Menarik
2 days ago
Berita Terbaru
Jamin Ketepatan Timbangan, Diskopindag Gencarkan Tera Ulang Gratis
2 hours ago
Dibongkar Sendiri atau Dibongkar Petugas
2 hours ago
Bos BGN MafiaMark Up Harga Motor Listrik Hingga Sepatu
2 hours ago
Jemaah Malang Berkesan Layanan di Arafah, Siap Kembali ke Bumi Arema
2 hours ago
Baca Semua
Malang Posco Media, Malang – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat penetrasi informasi mengenai pentingnya keamanan simpanan perbankan. Melalui kegiatan bertajuk “Edukasi dan Literasi Keuangan LPS Bersama Komunitas”, LPS menyasar berbagai komunitas hobi dan kreatif di Kota Malang untuk menjadi perpanjangan tangan sosialisasi kepada masyarakat luas.
Acara yang digelar bersama Radio MFM di Green Leaf Restaurant, Malang, Jumat (27/2) ini menghadirkan narasumber utama dari LPS dan OJK untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai ekosistem keuangan yang aman.
-Advertisement-
Kepala LPS II, Bambang S. Hidayat, mengungkapkan langkah merangkul komunitas merupakan strategi untuk mendapatkan eksposur masyarakat yang lebih luas. Berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang berfokus pada UMKM di wilayah Batu, kali ini LPS ingin menyentuh keberagaman komunitas yang ada di Kota Malang.
“Malang merupakan simbol ekonomi kreatif. Ternyata komunitasnya sangat beragam, mulai dari otomotif, sport, hingga komunitas tarot. Mereka semua adalah bagian dari masyarakat yang menjadi sasaran utama kami untuk edukasi mengenai tugas dan fungsi LPS,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, keterlibatan komunitas diharapkan dapat menciptakan efek bola salju dalam penyebaran informasi. Selain materi penjaminan, LPS juga memberikan nilai tambah dengan menghadirkan spesialis media sosial untuk membantu komunitas mengembangkan diri di ranah digital.
Sejalan dengan misi LPS, Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, yang turut hadir sebagai pembicara, mengingatkan pentingnya kewaspadaan di tengah maraknya penipuan investasi. Farid menekankan modus penipuan saat ini semakin canggih, bahkan mampu meniru tampilan aplikasi perbankan secara identik.
“Data tahun 2025 menunjukkan 21 persen pengaduan ke OJK adalah terkait penipuan. Kami ingatkan, pihak resmi tidak akan pernah meminta PIN atau OTP. Masyarakat harus jeli membedakan mana yang asli dan mana yang copy-paste,” tegas Farid.
Melalui kegiatan ini, LPS berharap anggota komunitas tidak hanya memahami bahwa simpanan mereka di bank dijamin oleh negara hingga Rp2 miliar, tetapi juga memiliki literasi yang kuat agar terhindar dari jeratan investasi bodong dan penipuan digital. (nda)
-Advertisement-




