Lonjakan Inflasi Cabai Rawit di Bali Pasca Deflasi
Ekonomi

Lonjakan Inflasi Cabai Rawit di Bali Pasca Deflasi

Sentris Media - Denpasar, Bali (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Bali menyampaikan secara bulanan pada Februari 2026 komoditas cabai rawit mengalami lonjakan inflasi, setelah Januari 2026 menjadi penyumbang deflasi terdalam.

"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau di Februari ini masih menjadi penyumbang inflasi dominan, dengan komoditas Cabai Rawit mengalami inflasi 66,1 persen atau memberi andil 0,27 persen terhadap total inflasi," kata Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Bali, Senin.

Agus menjelaskan secara bulan ke bulan inflasi Bali pada Februari 2026 sebesar 0,70 persen.

"Pada Januari komoditas cabai rawit mengalami deflasi hingga 33,89 persen sementara Februari terjadi inflasi hingga 66,1 persen, yang mana ada faktor cuaca dan permintaan yang membuat harga komoditas tersebut mengalami peningkatan," jelasnya.

Cuaca ekstrem berupa hujan angin melanda Provinsi Bali secara merata khususnya menjelang akhir Februari sehingga mempengaruhi faktor produksi.

"Cabai rawit ketika musim hujan pasti produksinya tidak maksimal, ditambah lagi kebutuhan yang meningkat atau faktor permintaan memasuki Ramadhan kemarin," ujarnya.

BPS Bali melihat selain cabai rawit beberapa komoditas lain yang menyumbang inflasi Bali pada Februari 2026 masih didominasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Kelompok tersebut mengalami inflasi 1,96 persen atau memberi andil 0,62 persen terhadap total inflasi, dengan komoditas yang dominan mengalami lonjakan harga setelah cabai rawit adalah daging ayam ras dengan andil 0,11 persen dan cabai merah 0,05 persen.

"Sementara, di luar kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah emas perhiasan mengalami inflasi 10 persen dengan andil 0,05 persen," ujar Agus Gede.

Adapun jika dilihat dari sebarannya, BPS Bali menemukan inflasi tertinggi dalam sebulan dialami oleh Kabupaten Badung dengan 1,04 persen, disusul Singaraja 0,77 persen, Denpasar 0,57 persen, dan terendah Tabanan 0,48 persen.

You can share this post!