Komunitas Muslim Indonesia di Incheon Sambut Ramadan di Tengah Dingin Musim Seollal
Lifestyle

Komunitas Muslim Indonesia di Incheon Sambut Ramadan di Tengah Dingin Musim Seollal

Udara dingin masih menyelimuti kawasan Seo-gu, Incheon, Korea Selatan, saat Komunitas Muslim Indonesia bersiap menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Di tengah perayaan Tahun Baru Imlek atau Seollal yang dirayakan mayoritas warga Korea, para Warga Negara Indonesia (WNI) justru memusatkan perhatian pada datangnya bulan suci.

Bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI), mahasiswa, dan keluarga Muslim Indonesia di Korea Selatan, Masjid Al Anwar menjadi pusat aktivitas spiritual. Masjid ini berfungsi sebagai ruang ibadah sekaligus tempat mempererat ukhuwah di tengah kehidupan minoritas Muslim.

Tantangan Cuaca dan Budaya di Negeri Minoritas

Presiden Komunitas Muslim Indonesia (KMI), Imam Hanafi, menyebut Ramadan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan masa libur panjang. Biasanya, jam kerja pabrik yang padat menjadi kendala bagi PMI untuk memaksimalkan ibadah malam.

“Kami bersyukur atas kesempatan ini. Para PMI sangat antusias menyambut Ramadan. Momentum ini menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan memperdalam pemahaman agama,” ujarnya.

Namun tantangan tetap ada. Selain suhu dingin yang masih terasa, para PMI juga menghadapi perbedaan budaya dan lingkungan kerja yang heterogen. Durasi puasa yang berbeda dengan Indonesia serta keterbatasan akses makanan halal menjadi bagian dari ujian tahunan.

Di tengah kondisi tersebut, masjid menjadi ruang aman untuk saling menguatkan. Jamaah datang dengan jaket tebal, sebagian langsung dari tempat kerja, memenuhi saf-saf tarawih. Doa untuk keluarga di tanah air mengiringi setiap rakaat.

Pesan Spiritual dari Dai Ambassador

Kehadiran Dai Ambassador Dompet Dhuafa 2026, M. Luqman Hambali, memberi penguatan ruhiyah bagi komunitas. Dalam kultum pembuka Ramadan, ia menegaskan bahwa kegembiraan menyambut Ramadan merupakan tanda keimanan.

“Siapa yang bergembira dengan datangnya Ramadan, maka Allah mengharamkan jasadnya dari api neraka. Kebahagiaan itu harus tercermin dalam persiapan diri dan kesungguhan memperbaiki amal,” ujarnya.

Penetapan awal Ramadan oleh Korean Muslim Federation pada 19 Februari 2026 disambut dengan rasa syukur. Meski berada jauh dari keluarga, para PMI berusaha menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat identitas keislaman, meningkatkan sedekah, serta merancang program kepedulian bagi sesama pekerja migran.

You can share this post!