D’TIK Fest 2026 Sasar Target Nol Sampah dengan 196 Relawan
Sosial

D’TIK Fest 2026 Sasar Target Nol Sampah dengan 196 Relawan

Sentris Media - DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar menargetkan tidak ada sampah yang keluar dari area pelaksanaan D’TIK Festival 2026. Komitmen itu ditegaskan dengan penerapan sistem pengelolaan sampah terpadu (waste management) selama perhelatan berlangsung pada 27 Februari hingga 1 Maret 2026.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menegaskan setiap kegiatan berskala besar di Kota Denpasar wajib menerapkan pola pengelolaan sampah yang ketat dan terukur.

“Skala besar kegiatan yang kita selenggarakan di Kota Denpasar ini harus nol persen sampah keluar dari festival atau kegiatan tersebut,” tegas Arya Wibawa saat konferensi pers Puncak HUT ke-238 Kota Denpasar dan D’TIK Festival 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, pola pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumber akan terus diperkuat agar menjadi gerakan masif masyarakat. Berdasarkan survei, sekitar 30 persen warga Denpasar telah memiliki kesadaran melakukan pemilahan sampah. Capaian ini dinilai sebagai modal awal untuk memperluas partisipasi publik dalam mendukung pengurangan sampah.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Denpasar menggandeng komunitas lingkungan seperti Komunitas Eling Ring Pertiwi serta melibatkan ratusan relawan.

Ketua Koordinator Komunitas Eling Ring Pertiwi, Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada, optimistis pengelolaan sampah D’TIK Fest 2026 akan berjalan sukses. Ia berkaca pada keberhasilan Denpasar Festival (Denfest) ke-18 yang menerapkan konsep zero waste to TPA.

“Keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran dari sumbernya. Konsep di D’TIK Fest ini mengadopsi pola serupa dengan Denfest,” ujarnya.

Dengan estimasi kunjungan mencapai 15 ribu orang, panitia menyiapkan dua sistem utama, yakni waste department sebagai pusat informasi di Youth Park serta enam station dengan tujuh kategori pemilahan sampah. Untuk sampah organik, disiapkan 15 teba modern yang diproyeksikan mampu menampung limbah selama festival berlangsung.

Sebanyak 196 relawan akan diterjunkan untuk memastikan proses pemilahan, edukasi, hingga pengolahan berjalan optimal. Kolaborasi pemerintah, komunitas, dan masyarakat ini diharapkan mampu memperkuat citra Denpasar sebagai kota kreatif yang juga berkomitmen pada lingkungan hijau dan berkelanjutan. (sur)

You can share this post!