Bendera Bajak Laut One Piece: Ekspresi Nasionalisme atau Protes Terhadap Pemerintah?
Hukum

Bendera Bajak Laut One Piece: Ekspresi Nasionalisme atau Protes Terhadap Pemerintah?

Sentris Media - JOGJA - Maraknya fenomena bendera bajak laut dalam anime One Piece yang banyak dikibarkan di bulan kemerdekaan ini, menjadi ramai diperbincangkan. Terlebih, fenomena itu mendapat komentar dari beberapa tokoh negara yang mengatakan sebagai upaya memecah belah bangsa.

Pakar hukum tata negara Gugun El Guyanie menyebut, pengibaran bendera bajak laut yang ada di serial anime One Piece itu merupakan simbol kuat dari masyarakat. Khususnya dalam menanggapi sikap pemerintah yang tidak responsif terhadap aspirasi masyarakat.

Dalam serial anime One Piece, bendera bajak laut adalah simbol kebebasan dan kemerdekaan yang mutlak. Para bajak laut membawa misi keadilan dan ikut mendukung untuk menumpas pemerintahan yang korup. Simbol itu juga mewakili spirit bajak laut dalam menumpaskan penindasan.

Fenomena pengibaran bendera bajak laut ini, menurutnya, sebagai bentuk bahwa masyarakat tidak perlu diajarkan atau didikte untuk mengekspresikan patriotisme. Namun justru pemerintah yang harus belajar kembali soal nasionalisme.

“Justru negara yang harus belajar nasionalisme dari rakyat. Pemerintah yang harus belajar mendengarkan apa sih makna nasionalisme patriotisme kepada rakyat, bukan sebaliknya,” tandasnya.

"Kalau soal bendera One Piece itu dianggap memecah belah bangsa, justru kebijakan-kebijakan pemerintah ini yang memecah belahkan bangsa,” ucapnya.

Terbaru, lanjutnya, beberapa kebijakan era Presiden Prabowo justru memberatkan masyarakat. Ia mencontohkan pemblokiran rekening dan pengambilan tanah yang tidak produktif.

"Keputusan untuk memblokir atau mengambil tanah milik masyarakat yang tidak produktif tanpa meminta persetujuan masyarakat secara langsung, mengindahkan masukan-masukan dari publik itu justru disayangkan,” terangnya.

Terpisah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Jogja juga menanggapi fenomena ini. Sekretaris Bakesbangpol Kota Jogja Widiyastuti mengatakan, di tengah fenomena itu pihaknya ingin masyarakat tetap mengingat tentang pentingnya makna bendera Merah Putih.

Apalagi di tengah momentum HUT Kemerdekaan RI seperti sekarang. Sehingga dia pun berharap lambang negara Indonesia bisa tetap ditampilkan dalam berbagai kesempatan dan kegiatan. Sebab, kehadiran bendera Merah Putih penting untuk menumbuhkan rasa nasionalisme.

Dia juga ingin atribut Merah Putih tidak hanya ditampilkan dalam bentuk bendera saja. Namun juga bisa dituangkan dalam atribut lain. Seperti pakaian misalnya.

"Kami cuma ingin mengatakan, kibarkan bendera Merah Putih di setiap event. Apalagi ini menuju Hari Kemerdekaan Indonesia," ujar Widiyastuti saat ditemui di sela pembagian bendera Merah Putih di Titik Nol Kilometer, Jumat (1/8).

Dalam kegiatan yang sama, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kota Jogja Muhammad Jafar menyatakan, pengibaran bendera One Piece merupakan bentuk kebebasan berpendapat. Oleh karena itu, sejatinya tidak perlu dikhawatirkan.

Jafar pun menilai, pengibaran bendera One Piece kemungkinan juga bentuk protes dari masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Sehingga tidak bisa kemudian diartikan sebagai menjadi bentuk kebencian kepada NKRI.

You can share this post!