Aplikasi DORA Tingkatkan Akses Donor Darah Darurat di Buleleng
Sosial

Aplikasi DORA Tingkatkan Akses Donor Darah Darurat di Buleleng

Sentris Media - SINGARAJA, NusaBali.com - Kesulitan mencari donor pengganti maupun donor darah darurat masih menjadi persoalan yang kerap dihadapi keluarga pasien di Buleleng. Saat stok darah terbatas atau kebutuhan donor muncul secara mendadak, tak sedikit warga yang terpaksa menyebarkan permohonan bantuan melalui media sosial maupun grup percakapan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Aiptu Gede Surik Siawan menggagas DORA (Donor Darah Darurat), sebuah aplikasi berbasis website yang mempertemukan masyarakat yang membutuhkan darah dengan relawan donor dalam satu platform digital.

Aplikasi yang mulai diperkenalkan pada akhir Desember 2025 itu kini menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan. Hingga awal Juli 2026, DORA telah menerima 61 permohonan donor darah dan berhasil memenuhi kebutuhan 40 kantong darah atau sekitar 65,6 persen dari total permintaan yang masuk.

Pencetus DORA, Aiptu Gede Surik Siawan, Minggu (5/7/2026) mengatakan aplikasi tersebut lahir dari kegelisahannya melihat banyak keluarga pasien kesulitan mendapatkan donor darah dalam kondisi mendesak. Menurutnya, kebutuhan donor darah darurat maupun donor pengganti masih sering terjadi. Di sisi lain, masyarakat yang ingin membantu sebenarnya cukup banyak, tetapi belum memiliki wadah yang mampu mempertemukan mereka dengan pihak yang membutuhkan secara cepat.

“Selama ini kita masih sering melihat permohonan donor darah beredar di media sosial. Dari situ muncul gagasan bagaimana teknologi dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat yang membutuhkan darah dengan relawan yang siap membantu,” ujar Aiptu Surik.

Aiptu Surik menjelaskan DORA tidak mengambil alih fungsi Unit Transfusi Darah (UTD) maupun PMI. Seluruh proses donor tetap dilakukan sesuai prosedur medis melalui UTD PMI. DORA hanya membantu mempercepat pencarian relawan donor yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

Saat ini program tersebut masih berstatus pilot project dan baru beroperasi di Kabupaten Buleleng. Dua komunitas telah bergabung menjadi jaringan relawan donor, yakni Polres Buleleng dan komunitas Kita Pasti Bisa.

Meski demikian, tidak semua anggota komunitas otomatis menjadi pendonor. Setiap relawan tetap harus memenuhi syarat kesehatan serta memiliki kesiapan untuk mendonorkan darahnya.

Dari 61 permohonan yang masuk, masih terdapat 21 permintaan donor yang belum dapat dipenuhi. Kondisi itu sebagian besar dipengaruhi keterbatasan jumlah relawan dan faktor kecocokan golongan darah.

Menurut Aiptu Surik, data tersebut menunjukkan kebutuhan donor darah darurat di masyarakat masih cukup tinggi. Karena itu, penguatan jaringan relawan menjadi fokus utama pengembangan DORA ke depan.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya terjadi saat menerima permohonan donor darah dari keluarga pasien asal luar Buleleng yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar. Permohonan tersebut belum dapat dipenuhi karena jaringan relawan DORA saat ini masih terbatas di Kabupaten Buleleng.

Pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk memperluas jangkauan layanan ke daerah lain sehingga lebih banyak masyarakat dapat memperoleh bantuan donor darah saat menghadapi situasi darurat.

Aiptu Surik menilai keberhasilan program kemanusiaan seperti DORA tidak semata-mata ditentukan oleh teknologi. Menurutnya, peran relawan menjadi faktor utama dalam membantu penyelamatan pasien yang membutuhkan darah.

“Teknologi hanya alat. Yang paling penting adalah relawan yang dengan sukarela meluangkan waktu, tenaga, bahkan biaya untuk datang mendonorkan darahnya. Mereka adalah pahlawan sesungguhnya dalam gerakan kemanusiaan ini,” kata pria asal Desa Penglatan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng ini.

Atas inovasi tersebut, Aiptu Surik yang juga menjabat sebagai Ps Kasubsi Penmas Humas Polres Buleleng menerima penghargaan dari Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (1/7/2026) lalu. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi sosial yang membantu menjawab persoalan pencarian donor darah darurat dan donor pengganti di Kabupaten Buleleng. *lik

You can share this post!