Sentris Media - RRI.CO.ID, Kulon Progo - Ribuan warga memadati halaman Kantor Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Senin, 2 Maret 2026 pagi. Masyarakat antusias karena dipicu oleh gelaran Operasi Pasar (OP) Murah yang digelar Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kulon Progo. OP ini untuk menekan harga pangan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sejak pagi, antrean warga tampak mengular dari halaman hingga mendekati area bangunan kantor. Banyak warga yang datang lebih awal demi mendapatkan komoditas pangan dengan harga miring.
Salah satu warga Kalurahan Salamrejobernama Musira mengaku menunggu sekitar satu jam sebelum OP dimulai untuk mendapatkan kebutuhan pokok. Musira mengaku, kedatangannya untuk membeli minyak goreng, tepung terigu, beras, dan telur.
"Senang bisa dapat bahan pangan dengan harga lebih murah," ujar Musira.
Ia menambahkan, stok pangan yang dibelinya akan dipakai untuk konsumsi harian dan persiapan menyambut Lebaran jika masih mencukupi.
Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Usaha Perdagangan Disdag Kulon Progo Yoga menjelaskan Kapanewon Sentolo menjadi titik awal dari rangkaian Operasi Pasar di 12 kapanewon. Kegiatan ini dijadwalkan berakhir di Kapanewon Temon pada 14 Maret mendatang.
Dalam kegiatan ini Disdag menyediakan sekitar 3,5 ton bahan pangan di setiap lokasi pelaksanaan.
Disdag memberikan subsidi biaya transportasi sebesar kurang lebih Rp 3.000 per komoditas dari harga pasaran untuk lima bahan pokok utama: beras, gula pasir, telur, tepung terigu, dan minyak goreng.
Yoga menjelaskan, program rutin tahunan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Meskipun fokus pada komoditas bersubsidi, juga tetap disediakan bahan pangan lain dengan harga normal di lokasi tersebut.
Direktur Perumda Aneka Usaha Muhammad Nasta'in, mengungkapkan, dalam operasi pasar murah ini, pihaknya mendapat dukungan subsidi transportasi dari pemerintah untuk sejumlah komoditas utama.
"Kami total menyalurkan bantuan transportasi untuk 25.200 liter minyak goreng serta total 16.800 kg untuk komoditas beras, gula pasir, telur ayam ras, dan tepung terigu," ujarnya, Senin 2 Maret 2026.
Nasta'in menjelaskan, Perumda Aneka Usaha dalam kegiatan ini berfokus pada empat komoditas primer yang paling dibutuhkan masyarakat saat Ramadan, yakni:
Telur Ayam
Beras
Gula Pasir
Minyak Goreng Selain empat bahan pokok tersebut, pihaknya juga menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menyediakan hasil pertanian lokal seperti bawang merah, bawang putih, dan komoditas pendukung lainnya.
"Harganya tetap murah karena kami memotong rantai pasokan. Kami mengambil langsung dari pabrik, produsen, maupun petani lokal," ujarnya.
Selain membantu masyarakat, Nasta'in menyebutkan bahwa kegiatan ini juga untuk mendukung keberlangsungan bisnis BUMD. Selain komoditas bersubsidi, Perumda Aneka Usaha menyediakan bahan pelengkap seperti kecap, susu kental manis, sabun cuci piring, hingga tepung.
"Perumda Aneka Usaha memiliki peran, selain melayani masyarakat melalui subsidi, kami berharap melalui kegiatan ini bisa menambah laba perusahaan yang nantinya akan disetorkan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ujarnya.